Rekam Kenangan Indah Kelahiran

Mengabadikan Kenangan
Proses kelahiran adalah salah satu proses terindah yang pasti ingin Ibu kenang selamanya. Kini semakin banyak orang tua yang mengabadikan proses kelahiran dengan rekaman video, hingga kelak dapat ditunjukkan pada sang anak. Meski terlihat sederhana, tapi Ibu perlu melakukan beberapa persiapan sebelumnya, agar dapat merekam secara utuh pengalaman indah itu sesuai keinginan.



BILA IBU MELAKUKANNYA SENDIRI/PRIBADI :
  • Tentukan siapa yang akan merekam, sebaiknya bukan Bapak, karena Bapak harus mendampingi Ibu dan mungkin merasa kurang fokus untuk merekam. Tapi bila memang hanya Bapak yang bisa merekam sebaiknya bicarakan sampai matang sebelum hari H.
  • Lihatlah referensi video yang ada di internet, agar Ibu mendapat gambaran sepert apakah video yang bagus.
  • PERSIAPKAN ALAT DAN CADANGAN, jangan lupa letakkan di tas yang akan dibawa ke RS. Bila Ibu melahirkan di rumah maka lettakkan di tempat yang mudah dan sudah siap dengan bateri terisi penuh. Bila memungkinkan sediakan kamera, baterai dan memory card cadangan, karena kita tak pernah tahu berapa lama proses persalinan berlangsung.
  • Gunakan tripod bila memungkinkan. Gambar yang bergoyang bisa merusak kenangan akan momen istimewa itu.
  • Hindari terlalu banyak melakukan zoom atau  gerakan horisontal dan vertikal, karena kerap menghasilkan gambar yang buram.
  • Jangan terpaku pada proses kelahiran saja, hingga rekaman menjadi monoton karena berisi hal yang sama untuk waktu yang lama. Coba rekam ekspresi ibu saat kontraksi, bagaimana sang ayah menggenggam tangan ibu, wajah khawatir ayah saat menunggu, ekspresi ibu saat pertama menggendong sang bayi, hingga keluarga yang sedang menunggu. 
  • Ingat, yang harus direkam bukan saja proses kelahirannya, tapi juga momen dan emosi dari semua orang yang terlibat dalam persalinan.
BILA MENGGUNAKAN PROFESSIONAL
  • Perlukah menyewa videografer?
  • Apa kiat memilih videografer profesional?
  • Pertama, lakukan riset lebih dulu. Bisa lewat teman, keluarga, atau grup di media sosial.
  • Pertimbangan kedua tentu saja harga, sesuaikan dengan dana yang Ibu sediakan.
  • Dan yang tak kalah penting adalah kenali lebih jauh sang videografer lebih dahulu. Apakah secara umum kepribadiannya menyenangkan dan cocok dengan Ibu? Lihat karya-karya sebelumnya, untuk mengetahui seperti apa gayanya.
  • Setelah menentukan videografer, apa langkah selanjutnya?
  • Mintalah dan setujui referensi/contoh video
  • Apa saja yang perlu diperhatikan?
  • Siapa yang berhak menentukan?


Apa yang perlu diperhatikan saat merekam video sendiri?
Siapa pun yang Ibu tugaskan untuk merekam video kelahiran sebaiknya memperhatikan beberapa tips ini:

Kalau Ibu ingin hasil yang lebih profesional dan merasa nyaman dengan kehadiran orang lain saat persalinan, kehadiran videografer akan memastikan Ibu mendapatkan hal yang diinginkan. Tapi kalau Ibu kurang nyaman, bisa meminta salah satu orang terdekat untuk melakukannya. Pastikan orang tersebut terbiasa menggunakan perangkat video dan tidak terlibat dalam proses persalinan sehingga bisa melakukan tugasnya secara maksimal.  Meminta Bapakmelakukannya mungkin bukan pilihan tepat, karena tugas utamanya adalah mendampingi Ibu selama persalinan.

Lakukan pertemuan awal, dimana Ibu bisa menjelaskan rencana persalinan, siapa saja yang akan hadir saat persalinan, apa yang Ibu ingin direkam dan tidak, dan info detil lain seperti lokasi rumah sakit, dan nomor kontak yang bisa dihubungi. Beberapa hari menjelang jadwal persalinan, lakukan kontak secara rutin agar sang videografer tahu kondisi Ibu dan mulai menyiapkan diri untuk hadir. Saat tanda persalinan dimulai, segera kontak videografer agar bisa mulai mengabadikan momen tersebut hingga persalinan selesai.

Biasanya seorang profesional punya hasil kerja sebelumnya, mintalah contoh atau contoh yang ada diinternet sebagai gambaran seperti apa video Ibu nantinya. Minta ia ajukan susunan cerita/ story board yang terdiri dari potongan-potongan gambar sebagai acuan proses shooting serta gambar apa saja yang harus diambil. 

SETUJUILAH story board final sebelum hari H

Pastikan rumah sakit tempat Ibu melahirkan mengijinkan untuk merekam persalinan. Juga beberapa kebijakan tentang proses perekaman. Misalnya apa saja peralatan yang boleh dibawa, dimana peralatan boleh diposisikan agar tak mengganggu, boleh tidaknya menggunakan lampu tambahan, dan lain-lain. Jangan sampai proses perekaman tidak berjalan sesuai harapan karena Ibu tidak tahu peraturan yang berlaku. Yang paling penting: keselamatan ibu dan bayi adalah hal utama. Jadi jangan sampai perekaman video mengganggu persalinan dan petugas medis. Bila diminta untuk meninggalkan tempat karena perlu dilakukan tindakan medis darurat, maka perekam harus mematuhinya.

Tentu saja Ibu! Karena Ibu akan berbagi pengalaman yang sangat personal dengan orang lain lewat video, maka Ibu lah yang berhak menentukan apa dan bagaimana video akan direkam. Sampaikan dengan jelas apa yang boleh direkam dan apa yang tidak, kapan mulai merekam (apakah sejak berangkat ke rumah sakit atau setelah berada di ruang kelahiran), siapa saja yan boleh disertakan dalam rekaman (apakah ibu dan ayah saja, atau keluarga lain yang ikut menunggu. Sehingga siapa pun yang akan merekam tahu benar apa yang harus dilakukan bila saatnya tiba.

Proses merekam apapun yang Ibu pilih dan apapun hasilnya, ingatlah bahwa kenangan itu ada didalam hati dan tak akan pernah terlupa


Comments